Buku Baru: Melawan Fasisme Ilmu
Kita sebelumnya hanya mengetahui fasisme sebagai hal yang berkaitan dengan rezim yang berkuasa di Jerman, Italia, dan Jepang pada masa sebelum hingga setelah Perang Dunia II. Padahal, sebentuk fasisme di ranah keilmuan tidak kalah berbahaya bagi perkembangan pengetahuan manusia. Dengan hadirnya buku berjudul Melawan Fasisme Ilmu diharapkan wacana kita menjadi semakin luas dan mendalam serta tidak latah untuk mengatakan bahwa “segala sesuatu harus dipandang secara ilmiah”.
Buku ini dicetak menggunakan sistem print on demand (POD) sehingga dicetak sesuai dengan jumlah permintaan. Jalur distribusi tidak melibatkan toko buku sehingga harus dipesan melalui alamat email kelindan [at] telkom [dot] net.
Buku ini ditujukan kepada mereka yang merasa bahwa segala sesuatu harus dipandang secara ilmiah atau saintifik. Mari bebaskan diri sendiri dari kungkungan fasisme ilmu!
Judul : Melawan Fasisme Ilmu
Penulis : Qusthan Abqary
Penerbit : Kelindan
ISBN : 978-602-95374-0-6
Ukuran : 13,49 x 22,86 cm
Cover : Ivory
Kertas : HVS 80 gram
Jilid : Benang
Halaman : 176 halaman
Harga : Rp 40.000 (pengganti ongkos cetak) + ongkos kirim menggunakan Tiki
gre said,
September 26, 2009 at 12:29 pm
beneran nih Qusthan??
ado nan gratis untuak awak ciek ndak??
He2..:)
kelindankata said,
September 27, 2009 at 4:53 am
Awak baru mampu mancetak buku tu tujuh baleh Ngku. Ka patang dapek harago tamaha bana, barangkali dek dicetak manjelang rayo. 40 itu yo ongkos kasadonyo. Awak indak lamak juo ka ma’ambiak untuang. Bukan sok ikuik manggaleh a la nabi tapi lai sabana indak lamak. Labiah rancak kok ado sanak nan ka ba infaq untuak mancetak buku iko labiah banyak, tantu awak bisa samo2 menggratiskan buku iko. Kawan ado di Yk nan barani mancetak minimal 100–biasonyo urang barani minimal 3.000 eksemplar. Salamek lah dipakai LIPI tulisan angku. Baa skripsi tu? Semoga angku senantiasa sehat dan sukses.
izzah said,
November 5, 2009 at 12:32 am
qusthan, selamat yo…
bukune dah terbit. hehe telat….
salam
blog walking
kelindankata said,
November 5, 2009 at 9:51 am
Izzah,
Terima kasih untuk ucapannya. Bagaimana kabarmu? Semoga senantiasa sehat dan sukses.
Ditunggu kritik, saran, komentar, dan caci-makinya. Tidak perlu sungkan, hehehe…
Salam,
QA