Mustakbirin

June 27, 2010 at 3:24 am (Uncategorized)

Aku mengangkangi istana rakyat
Aku membelakangi zakat rakyat
Aku meniduri infaq rakyat
Aku menyelubungi puasa rakyat.

Masjid, mushalla, langgar, pesantren, surau
Harus bersih dari kesadaran berorganisasi
Harus bersih dari keinginan berhimpun
Harus bersih dari kedisiplinan berserikat.

Shalatku palsu
Zakatku untuk babu
Infaqku demi gincu
Haji menjadi “jati diri”
Sedekah demi berkah untuk mereka yang bergairah.

Aku butuh dua miliar orang untuk mati pada abad ini
Demi sistem yang memperkaya diri sendiri.

Aku beri rokok kepada mustadh’afin
Demi satu miliar orang yang kubutuhkan untuk mati.

Aku beri narkoba dan perang kepada mustadh’afin
Demi sisa satu miliar orang yang kubutuhkan untuk mati.

Aku beri sinetron, hiburan, dan mimpi palsu
Demi kebodohan yang melanggengkan kuasaku.

Sombong omong?
Omong sombong?
Tinggi maki?
Maki tinggi?

Aku benci mustadh’afin yang sadar!
Aku benci mustadh’afin yang berhimpun!
Aku benci mustadh’afin yang berserikat!
Aku benci mustadh’afin yang berorganisasi!

Maka di antara kamu ada yang kikir
Dan siapa yang kikir
Sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.

Jakarta, 14 Rajab 1431 H / 26 Juni 2010

Advertisements

1 Comment

  1. harianpouk said,

    puisinya asyik, di share di facebook boleh gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: